poet
Puisi: Dermaga Kasih Sang Pelita

Puisi: Dafian Rizki Aditama

Ibu

Di rahimmu aku adalah benih yang kau jaga

Bertaruh nyawa di ambang fana, demi sebuah nyawa

Kau lukis dunia dengan belaian jemari yang lembut

Menghalau lara, membasuh letih yang bergelayut

Ayah

Engkau adalah karang yang menantang badai

Membanting tulang, memahat hari tanpa pernah usai

Di setiap tetes peluhmu, ada doa yang kau semai

Agar aku memanen bahagia, di atas hidup yang damai

Kalian adalah dua matahari dalam semestaku

Kiblat hormat, tempatku mengadu di kala kaku

Saat air mata menganak sungai, engkaulah dermaga

Saat aku jatuh tersungkur, engkaulah sayap yang menjaga

Tiada aksara yang mampu melukis jasa kalian

Segunung terima kasihku, takkan setara dengan pengabdian

Terima kasih ayah, terima kasih Ibu

Sayangku berakar dalam, hingga waktu berhenti berdetak

Sragi, Maret 2026

Dafian Rizki Aditama, lahir di Pemalang pada tanggal 29 November 2012. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Sragi. Dafian tinggal di Desa Tumbal RT 02 RW 03 Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait